Cerpen 'Antara Cinta dan Benci'



Antara Cinta dan Benci
Karya : Haninda Maulidyanti

                Hari ini adalah bulan ketiga aku sekolah di tempat ini.
Oya ! Kenalkan namaku Shasha. Sejak hari ini aku merasakan sesuatu pada diriku. Ya ! sesuatu yang berbeda ketika aku menatap Rangga. Rangga adalah ketua kelasku. Menurutku ia adalah sosok yang cerdas, tegas, dewasa, dan penuh tanggung jawab. Jadi kurasa, ia pantas untuk dikagumi.
“Hei ! Ngapain senyam-senyum sendiri? Cieee, suka sama Rangga ya?” celetuk Dara yang tiba-tiba muncul dari belakang.
“Apaan sih!” balasku singkat
“Merah tuh pipinya, udah jujur aja” kata Dara meledek
“Mungkin aja ya, tapi aku gak yakin” jawabku ragu
“Apaaa? Ciyus kamu Sha, suka sama Rangga ?” tanya Dara kaget. Hampir saja bakso yang dimakannya muncrat ke wajahku.
“Alay deh! Kenapa memangnya ?” tanyaku heran
“Dia kan udah punya pacar. Dia itu setia banget, jadi mana mungkin kamu bisa sama dia ?” kata Dara menjelaskan. “Dara, aku ini gak ngarep buat jadi pacarnya. Aku cuma ingin temenan aja kok kayak yang lain.” Jawabku.
“ow, ya sudah. Untung deh! Soalnya, aku gak mau kamu broken heart gara-gara nunggu cinta yang tak pasti.” Kata Dara menasehati.

***
                Besok adalah hari pertama UTS. Entah ada angin apa, Rangga mengirimiku pesan.
Aku segera membalasnya. Nggak ingin dia nunggu balesanku terlalu lama. Akhirnya, aku belajar sekaligus smsan sampai larut malam.
Sejak saat itu, aku dan Rangga sering banget smsan. Kita hampir saja dekat. Tetapi anehnya, ketika bertemu denganku di sekolah, ia tak pernah mengajakku bicara. Menyapaku pun tidak. Kenapa ? Bukankah di sms kita baik-baik saja ?
Aku sering memerhatikan dia. Dia barcanda dengan teman-teman perempuan yang lain. Mereka akrab. Aku ingin, ingin sekali seperti mereka.


*** 
                Setelah UTS, ia tak pernah mengirimiku pesan lagi. Apa dia hanya memanfaatkanku ketika ada ujian saja? Atau apalah. Aku sempat berpikir demikian. Namun untuk apa? Lagipula tak baik juga berburuk sangka pada orang bukan ? yah, aku sabar saja lah .
Malamnya, aku membuat tweet:
"udah ga pernah smsan :')"
 



Sehari setelah tweet itu, Rangga mengirimiku pesan yang intinya ia marah padaku. Gara-gara tweet yang kubuat, ia bertengkar dengan pacarnya.
Tak disangka, pacarnya Rangga (sebut saja Marry) juga ikut-ikutan mengirimiku pesan yang intinya ia menuduh aku berniat merebut Rangga dari Marry. Seketika itu juga aku nangis!
Hanya masalah kecil !
1 TWEET yang menyebabkan segalanya menjadi hancur ! Termasuk persahabatan yang akan kita jalin.

Aku ingin bicara padamu, Rangga ! Aku ingin bicara bahwa perkiraan Marry itu SALAH ! Aku tidak seperti apa yang dia katakan !
Aku memang tau kau sudah ada yang punya, tapi aku hanya ingin berteman . Tidak lebih . Apalagi merebutmu dari Marry  :”/

***
Setelah kejadian itu, Rangga menjauh ~
Dia tak pernah lagi mengirimiku pesan :( Aku juga tak pernah berniat mengiriminya pesan meski hanya pesan kosong .
Haha,
aku mengerti . Sangat mengerti :)
Rangga berusaha menjaga jarak . Maklum, apabila jadi dia, akupun akan melakukan hal yang demikian.

***
Lambat laun, perasaanku pada Rangga mulai terkikis.
Tapi entah kenapa, sampai sekarang aku belum bisa menerima cinta dari orang lain.
Sampai suatu malam sebelum tidur, aku menulis di buku diaryku demikian,


Hai Rangga !
Aku suka padamu, tapi rasa benciku tiba-tiba muncul ketika melihatmu.
Aku benci padamu, tapi benciku hilang ketika kau menyapaku.
Aku suka karena sifatmu, aku juga benci karena sifatmu.
Seberapapun besarnya rasa cintaku padamu, tapi aku tetap ada rasa benci di tengah-tengahnya.
Seberapapun aku benci padamu, tapi itu tak bisa mengalahkan rasa cintaku padamu.
Yang jelas, tak tahu sampai kapan~
Rasa cinta dan benciku ini tetap ada untukmu.
 

 

0 komentar:

Poskan Komentar